Waktunya Berburu Saham Murah, Sesi I IHSG Bisa Terbang

Posted on

Indeks Harga Saham Kombinasi (IHSG) pada perdagangan akhir minggu Jumat (10/9/20). Memperlihatkan pertanda kebangkitan sesudah ada berita yang tersebar di golongan beberapa aktor pasar jika PSBB Keseluruhan akan dikoreksi.

Pada jam 9:36 WIB IHSG masih ada di zone merah yaitu turun 0,96% di level 4.844,59 sesudah pernah naik 0,30%. Pagi barusan sendiri IHSG pernah turun kronis 2,80% Saham yang terbanyak dilego asing ini hari ialah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan jual bersih sejumlah Rp 71 miliar serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatat net sell sejumlah Rp 20 miliar.

Disamping itu saham yang terbanyak dikoleksi asing ini hari ialah PT Fasilitas Menara Nusantara Tbk (TOWR). Dengan membeli bersih sejumlah Rp 10 miliar serta PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan net buy sejumlah Rp 3 miliar.

Rabu (9/9/20), Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memberitahukan ‘rem darurat’ kembali lagi ditarik. Limitasi Sosial Bertaraf Besar (PSBB) di ibu kota kembali lagi diketatkan, tidak lagi ada PSBB Peralihan. Mulai 14 September, masyarakat Jakarta kembali lagi dianjurkan untuk #dirumahaja.

“Kita akan menarik ‘rem darurat’ yang itu berarti kita sangat terpaksa kembali lagi. Harus mengaplikasikan PSBB seperti pada saat awal epidemi dahulu. Bukan lagi PSBB Peralihan, tapi kita harus lakukan PSBB seperti waktu awal dahulu,” tegas Anies.

Analisis Teknikal

Gerakan IHSG dengan memakai periode /jam (hourly) dari tanda Boillinger Band (BB). Lewat cara tempat batas atas (resistance) serta batas bawah (dukungan). Sekarang ini IHSG ada di tempat batas bawah dengan BB. Condong melebar karena itu gerakan IHSG setelah itu mempunyai tendensi terapresiasi kuat.

Untuk mengganti bias jadi bullish atau penguatan, perlu melalui level resistance yang ada di tempat 5.011. Sesaat untuk meneruskan trend bearish atau pengurangan perlu melalui level dukungan yang ada di tempat 4.906.

Tanda Relative Strength Index (RSI) untuk tanda momen yang memperbandingkan di antara besaran peningkatan serta pengurangan harga terbaru pada suatu periode waktu serta berperan untuk mengetahui situasi jemu membeli (overbought) di atas level 70-80 serta jemu jual (oversold) di bawah level 30-20.

Pergerakan IHSG selanjutnya

Sekarang ini RSI ada di angka 35, yang belum memperlihatkan ada tanda jemu jual atau jemu membeli namun gerakan RSI terkonsolidasi naik sesudah sentuh level jemu jual hingga umumnya mengisyaratkan gerakan IHSG setelah itu akan condong terapresiasi.

Setelah itu telah ada skema candlestick two white soldiers yang diperlihatkan dengan dua candlestick hijau panjang berurutan yang umumnya mengisyaratkan akan gerakan IHSG setelah itu akan terbang.

Keseluruhannya, lewat pendekatan teknikal dengan tanda BB yang ada di tempat batas bawah, karena itu gerakan setelah itu mempunyai tendensi bullish kuat atau terapresiasi. Ini terverifikasi dengan timbulnya tanda RSI yang terkonsolidasi naik serta tanda candlestick two white soldiers.

Indeks perlu melalui (break) salah satunya level resistance atau dukungan, untuk lihat arah gerakan setelah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *